Disable Preloader

LPPKPIE - BLOG

Dalam kondisi tertentu, tenaga medis harus mampu menganalisa skala prioritas yang diberikan kepada pasien, khususnya dalam unit gawat darurat (UGD). Pada contoh kasus saat terjadi kecelakaan massal, bencana alam atau pandemi rumah sakit akan mengalami lonjakan pasien yang tidak terkontrol.  Disaat seperti itulah tenaga medis yang tersedia tidak dapat melayani pasien sekaligus, sehingga tenaga medis harus dapat membedakan mana yang seharusnya ditangani terlebih dahulu agar segera mendapatkan pertolongan.

Tindakan menentukan pasien mana yang harus ditangani lebih dahulu inilah yang disebut dengan triase (triage). Pasien yang mengalami cedera lebih berat akan ditangani terlebih dahulu dibandingkan pasien dengan luka atau keluhan ringan. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa terlebih dahulu.

Kategori Triage

Dalam menentukan pasien mana yang perlu penanganan lebih cepat dan tidak, tenaga medis membagi kategori triage menjadi empat jenis berdasarkan warna, yaitu:

Merah

Warna merah dalam triage menandakan pasien prioritas utama dalam kondisi kritis yang harus ditangani lebih dahulu. Contoh pasien yng masuk kategori merah yaitu pasien cedera kepala berat, pasien luka bakar tingkat 3,asma, pasien penyakit jantung atau pasien dengan pendarahan berat.

Kuning

Pasien dengan kategori warna kuning berarti pasien yang juga perlu penanganan cepat. namun tidak separah kategori merah yang dalam keadaan kritis. Meskipun tidak dalam keadaan kritis, pasien dengan kategori kuning dapat mengalami perubahan yang mendadak sehingga perlu penanganan cepat. contoh pasien kategori kuning yaitu pasien patah tulang, luka bakar ringan atau korban kecelakaan dengan luka robek ringan.

Hijau

Pasien dengan kategori warna hijau biasanya adalah pasien dengan keluhan ringan dan dapat ditunda penanganannya. Pasien yang masih sadar dan dapat berjalan biasanya dikategorikan dalam warna hijau. Contoh pasien kategori hijau adalah pasien patah tulang ringan, luka ringan atau demam namun masih dalam kondisi vital yang stabil.

Hitam

Pasien dengan kategori hitam diperuntukkan untuk pasien yang sduah tidak dapat diselamatkan nyawanya atau sudah meninggal dalam perjalanan ke IGD.

Prosedur Triage

Setelah tiba di ruang IGD, dokter akan melakukan pemeriksaan singkat untuk mengetahui tingkat keparahan yang dialami pasien. Untuk pemeriksaan awal dokter akan memeriksa tanda vital pasien seperti tekanan darah, denyut nadi dan pernapasan. Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan luka apakah dalam kategori ringan atau berat.

 Setelah memeriksa, dokter akan mengkategorikan pasien sesuai dengan kondisinya dan menentukan apa penanganan yang akan dilakukan. Oleh sebab itu kita sering melihat garis berwarna warni di rumah sakit seperti warna merah, hijau dan kuning yang menandakan jaluk evakuasi untuk pasien dengan kategori tertentu.

Kondisi pasien dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Sebagai contoh pasien dengan kategori kuning bisa saja mengalami kenaikan level menjadi kategori merah karena kondisi yang semakin parah. Pada saat itulah dokter harus melakukan retriase atau triase ulang. Oleh karena itu pengecekan secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui tindakan penanganan yang tepat bagi pasien.

Pelatihan Triage

Pelatihan triage adalah pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam melakukan sistem triage dengan baik dan benar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penumpukan pasien di unit gawat darurat sehingga pasien dapat ditangani dengan baik.

Dengan pelatihan triage tenaga medis akan dibimbing dalam beberapa aspek, seperti:

1.  Perencanaan respons nasional dan sistem manajemen kasus mengatasi masuknya pasien,

2. Pengarahan sumber daya medis yang diperlukan  secara efisien mendukung pasien yang sakit kritis

3. Melindungi keselamatan perawatan kesehatan pekerja.

4. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam melakukan triage pada korban bencana dan musibah massal maupun dalam pelayanan rutin di IGD.