Disable Preloader

LPPKPIE - BLOG

Kesehatan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Dengan tubuh yang sehat, aktivitas sehari-hari juga dapat dilakukan dengan baik. Selain aktivitas harian, kesehatan juga menjadi faktor penting yang dibutuhkan dalam hal lain, seperti  syarat untuk melamar pekerjaan atau persyaratan tertentu seperti pendaftaran asuransi dan lain-lain.

Salah satu hal yang harus dilakukan untuk mengetahui keadaan kesehatan seseorang adalah dengan  Medical Check Up (MCU). Medical check Up adalah pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh kepada seseorang dengan tujuan untuk mengetahui kondisi tubuhnya. Selain itu, medical ceck up juga bermanfaat untuk mendeteksi adanya gangguan atau indikasi terjadinya penyakit sehingga penyakit dapat diatasi sedini mungkin.

 

TUJUAN MEDICAL CHECK UP

Medical check up disarankan untuk dilakukan secara rutin setidaknya satu tahun sekali. Terutama bagi lansia atau pengidap penyakit tertentu seperti pasien diabetes atau hipertensi yang tidak terkontrol. Medical Ceck Up ini memiliki berbagai tujuan, seperti :

1. Mengetahui keadaan terkini tentang kesehatan seseorang secara menyeluruh, sehingga jika terjadi gejala atau potensi suatu penyakit dapat ditangani lebih cepat

2. Mencegah resiko terjadinya suatu penyakit yang mungkin dapat terjadi di kemudian hari

3. Memastikan kondisi fisik seseorang sebelum melakukan suatu pengobatan tertentu

4. Memberikan motivasi untuk mendorong seseorang menjaga kesehatan tubuhnya serta menerapkan pola hidup yang sehat

 

JENIS PEMERIKSAAN MEDICAL CHECK UP

Terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang termasuk dalam proses medical check up.  Prosedur yang dilakukan biasanya akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Seperti usia, jenis kelamin ataupun riwayat kesehatan pasien. Berikut adalah beberapa tes kesehatan yang umum dilakukan saat melakukan medical check up:

1. Tekanan Darah

Mengukur tekanan darah adalah salah satu jenis pemeriksaan yang umum dilakukan saat medical check up. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seseorang memiliki tekanan darah yang normal, tekanan darah tinggi (hipertensi) ataupun tekanan darah rendah (hipotensi).

Dalam pemeriksaan ini biasanya hasil akan langsung diketahui melalui layar pada alat tensi digital atau dari petugas kesehatan secara langsung. Kondisi tekanan darah yang normal biasanya berkisar antara 100/60 mmHg hingga  120/80 mmHg.

Seiring bertambahnya usia, tekanan darah biasanya akan naik sehingga dapat beresiko terkena stroke, serangan jantung atau penyakit berbahaya lainnya.

2. Tes kadar kolesterol

Kolesterol adalah lemak yang dihasilkan secara alami oleh hati dan berasal dari makanan hewani. Pemeriksaan  klesterol ini biasa dilakukan agar dapat mengetahui apakah kadar kolesterol seseorang berada pada posisi normal atau tidak. Kadar klesterol dikatakan normal jika berada pada posisi 200mg/dL. Kadar klesterol yang tinggi dapat meningkatkan resiko seseorang terkena serangan jantung maupun stroke.

3. Pemeriksaan gula darah

Salah satu penyakit yang umum diderita oleh masyarakat Indonesia adalah gula darah tinggi atau diabetes. Dalam medical check up, pemeriksaan gula darah adalah hal yang umum dilakukan.  Hal ini dilakukkan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kadar gula darah yang normal, prediabetes ataupun diabetes.

Kadar gula darah yang normal berkisar antara 70-100mg/dL. Kondisi prediabetes jika berada di posisi 100-120mg/dL dan dikatakan menderita diabetes jika kadar gula darah diatas 126mg/dL.

4. Pemeriksaan detak jantung

Dalam pemeriksaan detak jantung, detak jantung dianggap normal jika bernilai antara 60-100. Dalam pemeriksaan detak jantung, biasanya dokter menggunakan stetoskop untuk mengetahui detak jantung pasien serta menganalisa keadaan paru-paru pasien.

Selain pemeriksaan umum di atas, medical check up juga dapat meliputi pemeriksaan lanjutan yang lebih menyeluruh. Beberapa jenis pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan dalam medical check up yaitu:

1. Pemeriksaan mata

Tes mata dilakukan untuk mengetahui kondisi mata pasien. Terlebih lagi jika pasien mengidap penyakit hipertensi atau diabetes. Pemeriksaan ini sangat baik dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi mata pasien terganggu karena efek dari penyakit yang diderita.

2. Pemeriksaan gigi

Kesehatan gigi merupakan bagian yang penting bagi tubuh. Pemeriksaan gigi secara teratur dapat membantu pasien untuk mengetahui kondisi mulutnya, sehingga masalah gigi dapat ditangani sedini mungkin.

3. Pemeriksaan telinga

Pemeriksaan pendengaran atau audiometri bertujuan untuk mengetahui sejauh mana fungsi dengar seseorang. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk mengetahui kondisi pendengaran seseorang setelah melakukan operasi pada telinga.

4. Pemeriksaan ginjal

Tes fungsi ginjal dilakukan untuk mengetahui seberapa baik laju filtrasi yang dilakukan oleh ginjal. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi penderita penyakit tertentu seperti diabetes, penderita hipertensi atau penderita serangan jantung dan gagal ginjal.

Pemeriksaan ginjal biasanya dilakukan dengan 4 jenis pemeriksaan, yaitu:

* Tes Ureum, yaitu menentukan kadar urea nitrogen dalam tubuh

* Tes urine, yaitu untuk mendeteksi kandungan protein, darah nanah atau bakteri dalam urine. Jika terdapat kandungan tersebut dalam urine, maka diindikasi adanya infeksi pada ginjal atau kandung kemih.

* Tes GFR (Glomerulo Filtration Rate), yaitu untuk mengetahui kemampuan ginjal menyaring zat sisa metabolisme dalam tubuh.  Ginjal yang sehat memiliki nilai tes GFR 60mg/dL atau lebih. Jika berada dibawah nilai tersebut maka diindikasi terjadinya gangguan pada ginjal.

* Tes Kreatinin darah atau tes serum kreatinin, yaitu untuk mengetahui kadar kreatinin pada darah. Kreatinin adalah zat sisa hasil pemecahan otot yang dibuang melalui ginjal. Dalam keadaan normal, ginjal mampu menyaring hingga habis kreatinin. Namun, jika dalam pemeriksaan masih terdapat banyak keratinin dalam ginjal, maka dapat diindikasi terjadi gangguan pada ginjal. Kadar kreatinin yang normal pada wanita adalah sebanyak 1,2 mg/dL. Sedangkan pada laki-laki, kadar normal kreatinin adalah 1,4mg/dL. Jika terdapat kreatinin melebihi kadar normal, maka dapat dinyatakan jika ginjal memiliki kelainan fungsi.

Setiap dokter memiliki pandangan tersendiri tentang tes apa saja yang perlu dilakukan oleh pasien. Biasanya pemeriksaan akan ditentukan berdasarkan kebutuhan dan keluhan yang diperlukan oleh pasien. Oleh karenanya penting untuk memilih dokter yang terbaik agar dapat merekomendasikan pengecekan kesehatan dengan pemeriksaan yang terbaik..

Waktu untuk melakukan medical check up juga dapat sesuai dengan kebutuhan pasien. Pada umumnya medical check up dapat dilakukan minimal satu tahun sekali. Namun jika terdapat kondisi tertentu seperti mengidap penyakit kronis atau gaya hidup yang tidak sehat, medical check up secara berkala perlu untuk dilakukan oleh seseorang.

Hasil dari medical check up secara menyeluruh biasanya dapat diketahui dalam beberapa hari atau minggu. Jika terjadi gangguan kesehatan atau penyakit yang mungkin terdeteksi, dokter akan menyarankan untuk menjaga pola hidup yang lebih sehat atau menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis tertentu.